Menkes Resmikan Stroke Center dan Laboratorium RSUD AW Sjahranie

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) meresmikan gedung Stroke Center Awang Faroek Ishak di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada Senin (11/1). Selain meresmikan stroke center, Menkes dengan disaksikan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak dan Direktur RSUD, dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B, FINAC, M.Kes, juga menandatangani prasasti peresmian Gedung Instalasi Laboratorium RSUD AWS.

Menkes menilai pembangunan gedung instalasi stroke tersebut sangat tepat mengingat saat ini telah terjadi pergeseran pola penyakit, dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM).

“Saya bangga sekali, kita memang membutuhkan leadership seperti Gubernur Kaltim yang sangat perhatian dengan kesehatan. Memang menurut saya sudah tepat karena saat ini jelas sekali penyakitnya bergeser kepada penyakit tidak menular. Dan ini yang diperhatikan oleh Pemprov Kaltim dengan memilikistroke center dan radioterapi yang baik,” ujar Nila Moeloek usai meninjau gedung instalasi laboratorium, instalasi Stroke Center dan sarana radioterapi milik RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Nila Moeloek menambahkan, meskipun pembiayaan pembangunan dan renovasi gedung didanai dari APBD dan anggaran BLUD, Kementerian Kesehatan tetap memberikan dukungan melalui APBN untuk pembangunan kesehatan di Kaltim.

“Kami beri dukungan dari Pusat melalui APBN, ada Dana alokasi khusus (DAK) untuk Kaltim. Tapi saya tetap mengharapkan pendampingan dari APBD Kaltim yang sudah cukup bagus sebesar 13%. Terlebih Gubernur Kaltim telah berkomitmen memberikan anggaran minimal 10 persen dari APBD setiap tahunnya,” tandas Nila.

 

Walau demikian, Menkes tetap mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan tidak dimulai dari hilir melalui pelayanan kesehatan di rumah sakit. Masyarakat harus menyadari adanya sistem berjenjang mulai dari layanan kesehatan primer di Puskesmas dan jika dibutuhkan baru kemudian dirujuk ke RS. Di samping pelayanan di Puskesmas, Kemenkes kini juga tengah menggalakkan program keluarga sehat.

“Mari kita kembali ke Puskesmas. Kita membutuhkan Puskesmas untuk mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat. Dari data Riskesdas 2013, hanya 20% masyarakat Indonesia yang mengerti kesehatan, ini tugas kita. Puskesmas tidak bisa sendirian menjaga kesehatan masyarakat, agar masyarakat tetap sehat. Kita memerlukan lebih ke ujung lagi yaitu keluarga. Antara Puskesmas dengan keluarga ada Posyandu, Posbindu, Polindes, organisasi masyarakat, dan tim penggerak PKK yang kita harapkan membantu bidang kesehatan menuju keluarga sehat,” ujar Menkes.

Sementara itu, Gubernur Awang Faroek dalam sambutannya mengatakan pembangunan instalasi laboratorium dan gedung Stroke Center Awang Faroek Ishak ini menunjukkan kesungguhan upaya Pemprov Kaltim yang ingin meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan dengan tujuan menciptakan derajat kesehatan yang tinggi, melalui pembangunan infrastruktur kesehatan.

“Saat ini Pemda bertekad untuk membangun infrastruktur dasar bagi seluruh masyarakat Kaltim. Tidak hanya jalan, jembatan, pelabuhan, dan tol yang sedang kita bangun, tapi juga pendidikan terutama kesehatan. Oleh karena itu yang harus kita bangun adalah infrastrukturnya dulu. Dalam RPJMD Kaltim, kesehatan mendapat prioritas yang tinggi,” katanya.

Instalasi Stroke Centre yang baru saja diresmikan tersebut merupakan perpanjangan pelayanan dari Instalasi Rehablitiasi Medis khusus bagi pasien pasca serangan stroke. Stroke Centre ini akan memberikan pelayanan secara komprehensif dan kontinyu dengan kolaborasi spesialis dan dikomandani oleh dokter spesialis syaraf dan diklaim menjadi pusat layanan pasca stroke yang terlengkap dan spesifik di Kalimantan.

 

Stroke Centre yang dibangun sepenuhnya menggunakan dana APBD ini memiliki kapasitas 23 tempat tidur, 18 tempat tidur non VIP dan 5 VIP. Stroke centre dilengkapi dengan fasilitas penunjang untuk pasien pada proses pemulihan pasca stroke antara lain terapi wicara, occupational therapy, fisioterapi, gymnasium, dan kolam renang. Sementara instalasi laboratorium yang menelan biaya sebesar Rp. 17,4 miliar dilengkapi dengan kemampuan PCR untuk pemeriksaan hepatitis dan HIV serta genexpert untuk deteksi TB-MDR.

Komitmen Pemprov Kaltim untuk pembangunan kesehatan tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur tapi juga pada ketersediaan, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan SDM-nya. Gubernur Kaltim memberikan ribuan beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan dan menargetkan dalam sisa masa waktu pemerintahannya mampu memenuhi seluruh kebutuhan dokter spesialis di seluruh wilayah Kaltim bahkan hingga daerah terpencil.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Kesehatan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Propinsi Kalimantan Timur yang bertempat di GOR Madya Sempaja Samarinda. Dalam acara tersebut, Menkes diberikan kehormatan untuk menyerahkan panji-panji kehormatan kepada Walikota Balikpapan yang mendapat penghargaan terbanyak yakni 17 penghargaan karena memperoleh keberhasilan dalam bidang kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, pariwisata, pemberantasan korupsi dan sebagainya.

 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode local) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.